Archive for November, 2008

Bumi-ku Yang Terancam Punah

November 21, 2008
“Takutlah saat orang lain tamak dan tamaklah saat orang lain takut!”
Warren Buffet

Tanggal 12 Mei tahun 2008, genap 10 tahun Tragedi Semanggi yang menewaskan beberapa manusia itu terjadi. Saat itu pula seorang mahasiswa yang tengah mencoba peruntungannya di dunia pasar modal dengan kepercayaan diri yang cukup tinggi akhirnya memutuskan untuk memasukkan saham PT Bumi Resource Tbk (BUMI) ke dalam keranjang portofolionya. Alasan sederhana diluar perhitungan resiko yang begitu kompleks tidak lain adalah akselerasi profitabilitas perusahaan tambang ini yang begitu fantastis. BUMI saat itu didaulat sebagai perusahaan batubara yang memiliki pertumbuhan aset kedua terbesar di dunia. Dan sang investor muda pun tak segan merogoh koceknya untuk membeli beberapa lot saham BUMI dengan harga Rp 7265,- per lembarnya.

Namun apa daya, krisis keuangan global dan aksi korporasi PT Bakrie & Brothers (BNBR) “menjual” 35% saham BUMI kepada Northstar Pacific hanya karena alasan likuiditas benar-benar mengeruk “kekayaan” dari BUMI. Saat ini sejumlah pemegang saham BUMI antre dalam melakukan penjualan saham naas tersebut, tapi sialnya hanya sedikit pihak yang mau membelinya. Maka tidak heran jika volume perdagangan BUMI kamis lalu hanya 11.703.500 lembar saja atau 23.407 lot saja! Hal ini jauh dari rata-rata kapitalisasi pasar BUMI dalam lima bulan terakhir yaitu sebesar 155.987.347 lembar! Alih-alih melakukan profit taking, sang investor pun harus rela merealisasikan kerugiannya menjelang lebaran lalu sebesar Rp 4097,- per lembarnya atau sekitar 56.15% karena ketakutan akan meluncurnya harga saham tersebut. Dan ternyata, prediksi sang investor sedikit banyak benar. Hingga tulisan ini ditulis, harga saham BUMI pada penutupan kamis kemarin adalah Rp 860,- per lembarnya. Harga disinyalir akan turun lebih jauh lagi hingga level Rp 600,- per lembar!

Sebuah anomali memang, perusahaan yang dinilai begitu bonafit akhirnya luluh lantah berantakan di pasar saham. Memang, ada sebuah ketamakan dari investor Mei lalu ketika ia membeli saham BUMI. Saham yang sudah terlalu overvalue di harga Rp 8000-an dianggapnya merupakan saham dalam kategori blue-chip yang akan terus menerus mengalami kenaikkan. Kenyataannya adalah sebaliknya. Sang investor mengetahui dengan pasti karena melambungnya harga batubara saat itu, adalah faktor yang membuat harga saham batubara dunia mengalami bubble. Dari kondisi itu, mungkinkah kita masih percaya jasa para analis investasi? Jawabannya bisa iya bisa tidak, tergantung penggunaan. Yang pasti, kasus BUMI ini menunjukkan bahwa pasar tengah tidak efisien.

Mungkin seorang investor nilai seperti Warren Buffet akan tertawa terbahak-bahak dan menganggap bahwa saham-saham seperti BUMI adalah sebuah awal baginya untuk kembali mengokohkan diri sebagai manusia terkaya di dunia. Namun kita nantikan, apakah reversal effect yang diharapkan oleh para investor nilai akan muncul dalam kurun waktu beberapa bulan kedepan.

Nasib rupiah, mata uang yang mem-Bumi

Tak hanya BUMI, Rupiah pun akhirnya ikut mem-BUMI. Saat ini, perlahan tapi pasti US $ akan menembus level Rp 13000,-. Hal ini diperparah dengan keengganan masyarakat melepas dolar karena ekspektasi mereka akan dolar yang terus naik. Permintaan akan dolar pun bertambah, sehingga harganya semakin mahal. Sialnya, melonjaknya harga dolar ini tidak serta merta menguntungkan pihak eksportir karena kondisi negara pengimpor di dunia tengah mengalami resesi ekonomi.

Pemerintah pusing, mulai dari himbauan, teguran (dua senjata utama pemerintah), penjaminan dana nasabah maksimum Rp 2 Milyar,- hingga mempertahankan BI Rate sebesar 9,5% sudah dilakukan. Mereka berusaha agar capital outflow bisa ditekan sehingga uang itu tidak “kabur” kemana-mana seperti halnya krisis ekonomi tahun 1997. Namun mereka juga mengalami trade-off dimana sektor riil Indonesia jadi kurang bergairah karena tingginya tingkat suku bunga acuan yang mengakibatkan kredit usaha di Bank menggembung. Kredit untuk perumahan pun berubah menjadi sesosok monster yang menakutkan bagi nasabah. Untuk menghadapi permasalahan ini, BI pun telah mencoba melakukan operasi pasar terbuka seperti melakukan repo (repurchase agreement) surat utang negara dan Sertifikat Bank Indonesia (SBI) melalui mekanisme lelang.

Pendapat pro dan kontra mengenai bertahannya BI Rate pun bermunculan. Pihak kontra mengatakan, sebaiknya pemerintah menggairahkan dulu sektor riil karena hal ini akan menunjang pertumbuhan ekonomi di masa yang akan datang. Karena percuma saja mempertahankan modal ekuitas jika toh akhirnya pertumbuhan ekonomi mengalami perlambatan. Nah, hal ini akan mengacu kepada lesunya nilai tukar.

Sementara pihak yang pro mengatakan bahwa perlunya pertahanan BI Rate adalah aksi capital control yang dilakukan demi mempertahankan arus modal dalam negeri. Posisi selisih aliran dana asing memang masih positif, namun hal ini dikhawatirkan akan menipis. Indonesia sendiri saat ini masih termasuk golongan emerging market[1] yang dianggap memiliki pertumbuhan ekonomi dan industri cukup baik. Jika uang tersebut bisa bertahan lebih lama, maka hal ini akan mempengaruhi nilai tukar rupiah, terhadap dolar dan yen.

Memang selalu ada trade-off antara keputusan jangka pendek dan jangka panjang. Dan hal itulah yang membuat saya ngeh, betapa sulitnya menjadi menteri keuangan. Tapi anehnya, para mahasiswa dan LSM yang hobby berdemo untuk menurunkan harga BBM tak ada yang bersuara untuk kasus ini. Padahal mereka kan kaum intelektual karena buktinya analisa fundamental mereka menganggap bahwa penurunan harga premium itu adalah sebuah keharusan. Pun jika ada yang berdemo, mereka hanya bicara tentang “Jangan Utang Kepada IMF”. Mungkinkah masalah ini terlalu ringan untuk mereka?

Tapi paling tidak, keputusan Indonesia untuk tidak lagi bergantung pada IMF di KTT G-20 adalah suatu hal yang melegakan.

Salam,


1 Data dari Morgan Stanley Emerging Markets Index MSCI Emerging Markets
2 Data keuangan diambil dari Yahoo Finance
3 Gambar Bumi tanpa grafik diperoleh dari Googling (lupa nama situsnya… maaf ya buat yang ngerasa dibajak… hehehe)
4 Temen saya pernah nulis tentang 3 mitos di pasar modal (tulisannya di notes facebook). Mungkin bisa dilihat disini sebagai tambahan

The 31st Jazz Goes To Campus

November 13, 2008
Beberapa minggu ke depan, sebuah event musik kampus terbesar di Indonesia akan kembali diselenggarakan di kampus baru FEUI Depok. Acara yang telah berusia 31 tahun ini dikenal sebagai acara “Jazz Goes to Campus” utawa sering disingkat JGTC, sebuah festival jazz yang diselenggarakan oleh mahasiswa FEUI. Acara hedon yang satu ini sudah menjadi trademark tersendiri bagi mahasiswa FEUI karena selain proyeknya yang bernilai ratusan juta rupiah, profit dari proyek ini pun kabarnya bisa mengubah hidup anda. Dari situs resminya JGTC ke 31 ini mengusung tema “Jazzier Than Ever”

Tercatat ada begitu banyak artis yang pernah meramaikan acara ini periode sebelumnya. Mereka diantaranya adalah Bubi Chen, Bill Saragih, Benny Likumahuwa, Ireng Maulana, Idang Rasjidi, (alm) Jack Lesmana, Elfa Secioria, Balawan, Bali Lounge, Bob James, Dave Koz, Ron Reeves, Los Cabaleros, Coco York, Claire Martin Quintet, dan Curtis King. Selain itu, penyanyi lokal populis seperti Andien, Afgan, Tompi, Ruth Sahanaya, dan Rieka Roeslan juga pernah mewarnai hingar bingar di kampus yang terletak diseberang danau buatan tersebut.

Nah, untuk JGTC tahun ini, akan diadakan hari minggu tanggal 23 November besok di pelataran kampus Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Acara ini rencananya akan dimeriahkan oleh sejumlah artis, antara lain :

Mus Mudjiono, Lica Cecato (Brazil), Gugun and The Blues Bug, Tompi, Maliq & D’Essentials, Mus Mudjiono & Cannizaro, Barry Likumahuwa Project feat. Benny Likumahuwa dan Utha Likumahuwa, JakJazz All Star (Ireng Maulana, Afghan, Ermi Kulit, dan Didik SSS),The Groove Reunion (feat. Rieka Roslan, Yuke “Dewa 19″, dan Ali Akbar), Bibus, Ari & Gruvi, Idang Rasjidi feat. Margie Segers, TaoKombo, KulKul, Gugun & The Blues Bug, Tripp! (feat. Kuno Kini), Nita Aartsen and Friends, Sadaluhung Big Band (Unpad), Drew, Waditra Ganesha Big Band (ITB), Imam Pras Quartet, Devian, 21st Night, Tiga Mawarnih, FEUI Band, Indonesia Crossover Jazz : Four on the Floor’, Zinia, Sketsa, Intensive, Institut Musik Daya, Klab Jazz Bandung, Chik Jazz, Komunitas Jazz Kemayoran, dsb

Festival ini biasanya diisi oleh 3 panggung. Kita akan kebingungan menikmati musik yang akan dipertunjukkan. Tapi sepanjang saya menikmati JGTC ini, biasanya mereka berprinsip save the best for the last yang artinya, yang paling ditunggu akan ditampilkan paling akhir. Info lebih lanjut bisa di cek di website resminya.

Salam


Flash Foto gallery dicomot dari website JGTC

Pemesanan Tiket juga dapat dilakukan di nomor ini :
Fakhrul : +6281384292711
Fajar : +622192773074
Heru : +628521342211

Akhirnya Mereka Dieksekusi Juga, Alhamdulillah

November 9, 2008
Innalillahi Wa Inna Ilaihi Raaji’un…

Pertama-tama saya ingin mengucapkan turut berduka cita atas meninggalnya Amrozi, Imam Samudra, & Ali Gufron sebagai manusia. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan semoga pula mereka tidak terjerumus kedalam lubang yang sama. Seperti yang sudah kita ketahui bersama, tiga terpidana mati Bom Bali 1 yaitu Amrozi, Imam Samudra, & Muklas akhirnya dieksekusi di Bukit Nirbaya, Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah Pukul 00:15 dinihari waktu setempat.

Namun yang patut dilihat adalah, kematian tiga terpidana mati bom bali bisa menjadikan stimulus untuk kaum Islam Fundamentalis agar terus melancarkan “jihad” nya melawan memerangi “kebathilan” di dunia. Jihad & Kebathilan versi mereka tentunya, bukan versi saya. Para fundamentalis islam itu kemungkinan akan menjadikan Amrozi cs sebagai suri teladan dalam aksinya. Ini dikenal dengan sebutan Efek Martyr, dimana segala aksi yang akan dilakukan sangat irrasional dan kebanyakan diantara mereka berorientasi mati syahid. Nah, kegilaan pasukan fundamentalis ini mungkin telah menyamai kegilaan pasukan kamikaze Jepang ketika mereka menyerang pangkalan militer AS di Pearl Harbor, Hawaii pada 7 Desember 1941.

Hal inilah yang telah menciptakan citra buruk islam di mata dunia. Agama yang pertama kali lahir di bangsa Jahilliyah di Arab Saudi ini seolah adalah agama yang keras, tidak toleran, kuno, bahkan cendrung sadis. Seorang kawan berkebangsaan AS-Rusia dari Harvard Business School yang beragama Protestan pernah mengatakan kepada saya sekitar satu tahun yang lalu kurang lebih seperti ini :

“I know a little bit of Islam since I’ve read your Holy Qur’an in english translation. When I reached till 17 chapters (juz), I found no vandalism clause there, even for the others belief. I guess, they (Al Qaeda) just get a dogma, not a belief, pure belief.”

Jelas, bahwa orang bule pun mengerti bahwa Islam itu tidak vandal.

Jihad Melawan Amerika atau Zionis Versi Baru?

OK, sekarang saya coba berpikir ala mereka. Yang saya heran lagi kepada kaum fundamentalis ini, mengapa serangan bom ke Bali mereka sebut perlawanan terhadap Amerika? It doesn’t make sense for me. Jika mereka menyerang WTC ataupun Pentagon, itu baru perang terhadap AS. Tapi jika bom bali mereka jadikan untuk ajang unjuk gigi, kelihatan betapa gobloknya mereka. Tak sedikitpun AS akan goyah dengan serangan itu meski 7 warganya mati. Dan yang lebih penting lagi, sasaran tembak mereka justru orang-orang yang tidak tahu apa-apa, orang sipil yang bertujuan untuk berlibur. Jika memang mereka merencanakan untuk menghabisi orang-orang sipil itu, apa bedanya kejahatan yang mereka lakukan dengan kejahatan zionis Israel, toh orang Yahudi juga punya Efek Martyr sendiri di dalam kepala mereka, sama seperti kaum fundamentalis tersebut. Maka dari itu, sebuah kalimat “Islam, Betapa Menyebalkan Dirimu” akan semakin kental saja di benak manusia, tak terkecuali saya, seorang Islam berdasakan data KTP.

Saya lebih suka cara Iran dalam melakukan penentangan terhadap AS, dibandingkan cara-cara kerdil yang dilakukan oleh kaum fundamentalis Jama’ah Islamiyah maupun Al Qaeda yang hanya bisa menebarkan teror saja. Iran berusaha keras memajukan teknologinya dan bercita-cita ingin menaklukkan AS suatu saat. Hal ini yang membuat presiden terpilih AS Barack Obama tetap menentang aktivitas nuklir Iran. Sesungguhnya, saya yakin AS lebih menghitung Iran daripada aksi sampah para teroris dunia tersebut. Apakah itu konsekuensi beragama islam by birth, not by choice?

Salam,


Foto diambil dari wikipedia berbahasa Inggris

Congratulation, Barack !!!

November 5, 2008
“It’s been a long time coming. But tonight, because of what we did on this day, in this election, at this defining moment, change has come to America,”
Barack Obama

Itulah sekelumit kutipan dari pidato kemenangan sang “penguasa dunia” yang baru yaitu Barack Obama dihadapan sekitar 100.000 pendukungnya di Chicago’s Grant Park, AS. Dari sekitar 24 kalo ia menyebut kata-kata change dalam debat terbuka, mungkin inilah kata-kata change yang paling dinanti oleh Obama Mania. Sejarah akhirnya terjadi setelah presiden ke 44 AS ini merupakan presiden kulit hitam pertama yang memenangi pemilu. Dunia pun dilanda euforia perubahan, hembusan kata-kata Martin Luther King jr yaitu “I have a dream” seolah telah menjadi nyata, ketika seorang blasteran Amerika-Kenya berhasil merasakan empuknya kursi-kursi gedung putih.

Congratulation, hanya itulah yang ingin saya ucapkan untuk Barack Obama & Joe Biden. Secara emosional, orang Indonesia memang lebih mendukung kemenangan Barack Obama yang juga dikenal sebagai Barry Soetoro ketika masih di Menteng. Obama menaklukkan pesaingnya John McCain dengan persentase suara 52% – 47%. Dalam penghitungan CNN, Obama telah meraup 338 electoral vote dan McCain mendapatkan 160. Untuk menjadi presiden AS, para kandidat harus mengumpulkan setidaknya 270 electoral vote.


Harapan pun muncul, kemenangan Obama seolah merupakan simbol runtuhnya tirani dunia. Bahkan di gereja-gereja dan bar-bar, jalan-jalan dan rumah-rumah pribadi, warga Amerika keturunan Afrika merayakan kemenangan bersejarah kandidat Demokrat Barack Obama sebagai presiden AS dengan sambutan hangat dan lelehan airmata.[1] Obama memang seorang yang sangat anti perang dan lebih humanis dibandingkan George W Bush. Tapi sebaiknya jangan terlalu berharap banyak dari Obama. Saya kurang sreg dengan apa yang disampaikan presiden SBY disini. Obama mungkin akan memberikan perubahan, tapi saya rasa, apa yang dilakukan Obama tidak akan selalu memihak ke Indonesia.


Kemenangan Obama juga disambut oleh bullish-nya pasar di AS. Dari data Bloomberg, tercatat hampir semua indeks mengalami kenaikkan. Hal ini menunjukkan adanya sebuah harapan baru akan kepemimpinan Obama yang mampu mengatasi krisis ekonomi di AS akibat subprime mortgage. Jika memang Obama dengan tim ekonominya mampu mengatasi krisis ekonomi dunia, itu akan menjadi nilai plus bagi dirinya dan Biden tentunya.

McCain Akui Kekalahan

“This campaign was and will remain the great honor of my life, and my heart is filled with nothing but gratitude for the experience and to the American people for giving me a fair hearing before deciding that Sen. Obama and my old friend Sen. Joe Biden should have the honor of leading us for the next four years.”
John McCain


Sementara di Arizona, John McCain sendiri mengakui kekalahannya secara fair terhadap Barack Obama. Ia mengatakan, kampanye ini merupakan penghargaan yang tak terhingga baginya dan sudah sepantasnyalah Obama dan Biden memimpin AS untuk lima tahun kedepan. Selanjutnya, ia meminta para pendukungnya untuk tetap mendukung Obama sehingga pemerintahan dalam lima tahun kedepan adalah yang terbaik. Dengan demikian, mungkin kita akan jarang menyaksikan wajah cantik Sarah Palin dalam kancah perpolitikan dunia.

Tidak, saya tidak ingin membandingkan sportivitas mereka dengan pilkada kampung yang terjadi di Maluku Utara, Kupang, kisruh salah satu partai besar Indonesia, dan (mungkin) “pilkada” Indonesia 2009 nanti, karena hal itu jelas sangat berbeda. Uuuhh… I hate them so much, ass-hole !!!

Salam Change We Need,


[1]http://www.kompas.com/
[2]Foto pidato John McCain dicomot dari sini.
[3]Foto pidato Barack Obama dicomot dari sini

Kontroversi Iklan XL Versi Orang Utan

November 3, 2008
“Hore… ada yang nggak usah pake mikir… kalo yang lain mah… weeeekkk”
Orang Utan – Iklan XL Terbaru

Maksud hati memeluk gunung, tapi apa daya gunungnya meletus. Mungkin ungkapan itu pas ditujukan untuk salah satu brand besar dalam pasar selular Indonesia yang bernama XL. Dalam iklan terbarunya, “anak asuhan” excelcomindo ini kembali menayangkan sebuah iklan yang unik, yaitu dengan menggunakan orang utan sebagai modelnya. XL memiliki tujuan untuk menyadarkan pelanggan, bahwa mereka memiliki produk yang murah, sehingga pelanggan nggak perlu mikir-mikir lagi untuk memakainya karena saking murahnya. Karena nggak perlu mikir lagi, orang utan saja bisa memakainya.

Saya tidak tahu, siapa dan dari lulusan mana manajer pemasaran yang bertanggung jawab atas Iklan-Iklan XL. Yang jelas saya sangat meragukan kemampuannya. Semoga dia tidak se-almamater dengan saya. Namun iklan terakhir bagi saya adalah layaknya sebuah bunuh diri massal. Sebagai pelanggan, tentu saya tidak mau disamakan dengan monyet, saya yakin begitulah yang anda pikirkan bukan? Karena orang awam juga bisa menyimpulkan, bahwa “XL adalah provider seluler bangsa monyet!”. Setiap endoser melambangkan target pasar mana yang akan digapai. Nah, kalau endosernya monyet? Curhatan tentang XL terbaru ini juga terekam dalam forum ini.

Tidak pelak, saya menganggap XL begitu panik dalam menghadapi persaingan selular yang diwarnai oleh perang harga. Maksud mereka adalah membuat iklan yang bisa menyentuh pasar low-end. Iklan yang mereka lakukan selalu direct dan tak jarang menyisipkan humor-humor yang bagi saya garing. Namun di iklan terakhir ini, saya sudah melihatnya sebagai usaha bunuh diri. Mereka harus tahu, bahwa konsumen bebas menginterpretasikan pesan apapun yang ingin mereka sampaikan. Tak terkecuali interpretasi yang berlawanan dengan maksud mereka.

Seharusnya, pihak XL segera menarik iklan tersebut. Saya tidak melihat iklan tersebut prospektif dan cukup kuat untuk menggoyangkan dominasi Telkomsel. Buatlah iklan yang simpel tapi kena, seperti iklan telkomsel diatas. Tapi ada yang lebih penting lagi selain iklan-iklan itu, no matter how cheap product is, people don’t buy a bad one!

Salam,


Foto diambil dari sini


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.