“Hey, this is God
Can I please have your attention
There’s a need for intervention
Man, I’m disappointed in what I’m seeing.”
Phil Vassar, This Is God
Sebenarnya, misuh ketika nonton TV show lokal adalah sebuah kegiatan rutin seperti halnya Shalat lima waktu. Ya, anda pasti mengerti lah, begitu banyaknya tontonan hewan yang bertebaran di layar kaca. Para Pencari Tuhan masih 4 jam lagi. Namun entah mengapa, perhatian saya terpusat pada sebuah berita yang lagi-lagi memberitakan kebrutalan tingkah laku FPI. Kali ini di Tasikmalaya. Seorang pedagang bakso diserang habis-habisan oleh para preman tersebut dengan alasan ia tetap berjualan di siang hari, tatkala umat islam sedang berpuasa. Modal yang dimiliki oleh pedagang semenjana itu pun ludes. Berita selengkapnya dapat dilihat disini. Saya juga pernah menuliskan uneg-uneg saya soal ormas yang nyaris tak ada bedanya dengan kaum nationalsozialismus alias Nazi tersebut disini.
Jujur, saya masih tidak habis mengerti mengenai apa yang dilakukan oleh rekan-rekan FPI. Maaf, bukannya saya ingin menggurui ataupun merasa yang paling benar. Tapi bagi saya, tindakan yang dilakukan oleh para makhluk yang menyebut diri mereka pembela islam tersebut sudah kelewat batas. Mereka benar-benar telah mencemari citra islam sebagai agama yang indah dan damai. Memang, ada sebuah hadist yang mengatakan jikalau tak bisa lagi diingatkan dengan cara lembut, sebaiknya pakailah cara yang keras.

Well, pikiran saya jadi terkonsentrasi pada terminologi kata keras. Bagi saya, ada bedanya keras dengan kasar atau brutal. Kasar itu keras, tapi keras belum tentu kasar. Contoh kecil ada dalam dunia sepakbola dimana Manchester United kemarin bermain keras saat berhadapan Chelsea di Stamford Bridge dan dihadiahi 7 kartu kuning oleh wasit. Sementara kasus tackle Mark Taylor yang membuat kaki Eduardo da Silva patah, merupakan tindakan brutal.
Begitu pula dengan FPI. Bagi saya, tindakan mereka itu sudah bukan dakwah lagi. Tapi hanya show-off semata bahwa eksistensi islam itu masih kuat. Is it worth?. Setahu saya, Muhammad SAW tidak pernah bermain kasar (apalagi brutal) ketika beliau berdakwah. Salah satu sabda beliau yang masih saya ingat kalau tidak salah berbunyi seperti ini:
“Sesungguhnya agama itu mudah”
HR Bukhari“Mudahkanlah (kalian) berdua dan janganlah mempersulit, gembirakanlah (kalian berdua) dan jangan membuat (orang) lari”
HR Bukhari jugax
Ya, seperti itulah sabda Rasulullah ketika mengutus Mu’adz dan Abu Musa Al-Asy’ari ke Yaman untuk berdakwah diriwayatkan oleh Al Bukhari masing-masing kalau tidak salah pada kitab Al-Iman dan Al-Maghazi. Saya lupa dimana bab dan nomor berapa persisnya. Tapi setidaknya hal itu memperlihatkan bagaimana Muhammad SAW selalu menginstruksikan para ‘marketer’ agama itu untuk berdakwah. Begitulah yang selama ini saya tahu. Atau mungkin saya salah? semoga anda yang lebih tahu kebenarannya dapat memberi info kepada saya.
Sudahlah, saya merasa kurang kompeten jika harus berbicara seputar hadist. Mungkin para FPI itu lebih jago dari saya dalam hal hadist. Saya hanya akan memberikan pandangan sosial saja. Habieb Rizieq cs sudah harus sowan terlebih dahulu kepada pak Hermawan Kartajaya dan memahami apa itu marketing.
That’s it, dakwah itu sebenarnya bisa dianalogikan dalam konteks pemasaran. Yaitu memasarkan apa yang ada dalam otak kita, supaya diikuti orang lain. Bahasa gampangnya adalah pemasaran ide. Nah, kalau kita ingin memasarkan sesuatu, produk adalah variabel utama menuju kesuksesan. Untuk produk saya pikir tak ada masalah, jika memang yang dibawa adalah islam yang benar-benar islam.
Variabel lain yang tidak kalah pentingnya adalah konsumen alias target dakwah. Sang pendakwah hendaknya harus mengerti benar bagaimana cara menaklukkan target mereka dengan cara yang elegan. Tidak asal gebuk seperti preman. Ke-eleganan itulah yang akan menaklukkan hati konsumen. Coba lihat, bagaimana Deddy Mizwar dengan sinetronnya Para Pencari Tuhan.
Begitu pula masalah citra alias brand. Apa yang dilakukan oleh FPI benar-benar telah merusak citra islam. Ditangan mereka, opini tentang islam justru berkembang sebagai agama yang keras, goblok, preman, tidak toleran, memaksa untuk indifferent, dan menakutkan. Atau minimal sama seperti apa yang dikatakan seorang blogger muda Deathlock dalam artikelnya disini. Dan pada akhirnya, kehadiran islam selalu berdampak negatif bagi lingkungannya. Hal ini jelas jauh dari kata-kata damai. Bukankah tujuan orang beragama itu adalah untuk mencari kata damai?
Capek memang berbicara tentang sebuah klan yang telah terbungkus otaknya dengan rapi. Ya sudah lah, daripada bingung, tampaknya saatnya saya menjadi ‘seorang islam’. Seorang yang dogmatis yang selalu menyelesaikan segala sesuatunya dengan hukum agama. Begini, beberapa waktu lalu beberapa ‘orang islam’ menganggap bahwa rokok itu lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya. Maka (kata mereka) solusi terbaik adalah haramkan rokok. Sepertinya FPI juga mirip dengan rokok.
Ya, saya tidak menafikkan bahwa ada manfaat yang timbul karena kehadiran mereka. Namun saya pikir, hal itu tak ada apa-apanya dibandingkan kesuksesan mereka merusak nama baik islam. Sori bos, ini bukan dunia Shakespeare, dimana nama tak ada artinya. Kalau sudah begitu, mungkinkan MUI mengharamkan gerakan FPI? I hope So !!! Mungkin dengan berkata seperti itu, selanjutnya jidat saya akan segera dicap dengan tiga huruf oleh makhluk-makhluk FPI yaitu kaf, fa, sama ra alias kafir!
Oia, terakhir saya ingin meminta maaf kepada rekan-rekan dari Manajemen 2005 karena nggak bisa menghadiri buka puasa bersama di Rumah Aya kamis kemarin. Tapi jujur, pengen banget gue makan makanannya T_T
Salam,

Banner anti FPI dari Antobilang
Gambar FPI yang lagi ngamuk diambil dari sini

Tepat, saya sedang berbicara tentang sebuah sinetron penghasil ‘kapitalisasi pasar’ terbesar selama bulan ramadhan ini yaitu Para Pencari Tuhan (PPT). Seperti apa yang dibilang 

Hal ini semakin mempertegas penurunan drastis performa anak-anak setan di awal musim ini. Hal yang sama memang terjadi pada musim lalu sebelum akhirnya mereka menahbiskan diri sebagai tim terbaik eropa. Namun kali ini kejadiannya lebih parah, karena dalam lima pertandingan awal musim ini, anak-anak setan baru mencetak 4 gol saja! Masing-masing dua gol ![Indonesia, kenali, cintai [Antobilang]](http://antobilang.files.wordpress.com/2007/10/indonesia1.jpg?w=450)




